|
Wednesday, January 14, 2009
SEKILAS TREND BISNIS TAHUN 2009 Sekilas
Trend Bisnis Tahun 2009 Secara sekilas Jawaban.com akan menghadirkan perkiraan bisnis yang akan menjadi market leader di tahun 2009 berdasarkan sumber
Entrepreneur.com. Pada beberapa tahun terakhir ini, trend yang ada terjadi secara global, baik budaya, sosial, dan juga ekonomi.
Maka perkiraan untuk trend bisnis ini, masih aplikatif untuk Indonesia. Bisnis ramah
lingkungan Pada dekade terakhir ini, bisnis ramah lingkungan telah menghasilkan profit
sebesar 209 triliun dolar. Hal ini berasal dari berbagai macam industri ramah lingkungan, baik dari air, hingga energi dan
juga makanan. Teramat khusus pada makanan organic, energi yang bebas polusi, bahan baker alternative, daur ulang air dan juga
pelayanan untuk rehabilitasi kerusakan lingkungan. Kesehatan
Bagi Anda yang terjun
dalam bisnis ini, Anda harus berterima kasih kepada tehnologi web. Karena dengan media ini, saat ini orang lebih banyak tahu tentang kesehatan, terutama tentang apa yang berbahaya, walaupun
terkadang juga banyak hoax yang sering membuat orang bingung. Namun prospek dalam kesehatan, seperti konsultan kesehatan,
terapi, asuransi akan berpeluang besar dengan semakin terbukanya masyarakat akan informasi kesehatan. Generasi milenial Generasi yang hidup saat ini adalah generasi yang
paling terhubung secara global. Baik melalu hanphone, SMS, chat, social network, blog, dan berbagai alat komunikasi yang ada.
Hal ini menyediakan setumpuk peluang bisnis yang belum pernah Anda pikirkan sebelumnya, Anda tidak lagi dibatasi oleh jarak,
waktu dan tempat. Dunia terhubung dengan Anda 24 jam selama 7 hari seminggu. Anda bisa mempromosikan produk Anda secara online,
dengan gratis dan kepada siapa saja serta dimana saja. Ledakan Jumlah Orang Kaya
Percaya atau tidak, ditengah-tengah krisis global yang terjadi sebuah generasi yang mengawali gerakan save our planet ini
akan mengawali ledakan orang-orang kaya. Dan generasi ini siap membayar apapun dengan cara cash karena belajar dari krisis
global yang menyebabkan banyak orang terlilit hutang. Jasa yang akan mereka butuhkan adalah
perencana keuangan, konsultasi travel dan liburan, konsultasi kesehatan dan juga kegiatan sosial. Website Website akan memegang peranan
utama dalam bisnis ditahun-tahun kedepan. Kesempatang yang ada dalam bidang ini masih banyak yang belum terekplorasi. Mungkin
Anda bisa mendalami suatu bidang, ataupun juga menciptakan sebuah profesi baru. Yang ada di
atas hanyalah sebagian kecil dari trend bisnis yang ada di tahun 2009 nanti. Anda lihat, masih terbuka berbagai kesempatan. Jangan menyerah dengan krisis yang terjadi. Badai pasti berlalu, pelangi
pengharapan akan terlukis indah di langit. Raih sukses dalam hidup Anda, karena itu sudah disediakan bagi Anda. Be smart and
success. God bless You all. Salam hangat dari kami
Red/MDCFM/NR/01/09
14 jan 09 @ 5:22 pm
Thursday, January 8, 2009
RATUSAN LEMBAGA PENYIARAN DI JAWA BARAT MENUNGGU IJIN Rabu, 7 Januari 2009 KPID Jabar Tak Tahu 14 Televisi yang Ditegur Dirjen
Postel
KPID Jabar mengaku tidak mengetahui adanya teguran dari Dirjen Postel
terhadap 14 stasiun televisi yang ada di wilayah Jabar. KPID Jabar juga mengaku telah mengeluarkan rekomendasi kelayakan (RK)
kepada 32 stasiun televisi swasta.
Anggota KPID Jabar bidang infrastruktur dan penyiaran MZ Al Faqih menyatakan
pihaknya tak mengetahui adanya teguran terhadap 14 stasiun televisi swasta oleh Dirjen Postel. "Kita belum ada informasi,
maka kami tidak bisa berpendapat apakah mereka melanggar atau tidak," katanya di Bandung, pekan ini.
Faqih
menyatakan KPID telah mengeluarkan rekomendasi kelayakan (RK) kepada 32 televisi swasta, tujuh televisi untuk lembaga penyiaran
komunitas, dan delapan untuk lembaga penyiaran berlangganan. Namun, semuanya belum mendapatkan ISR.
Sebab, kata
dia, sejak 2005 belum ada Forum Rapat Bersama (FRB) yang digelar KPI dan Depkominfo. "ISR akan keluar jika FRB digelar. Nah makanya yang menjadi pertanyaan
sekarang adalah bagaimana nasib para penyelenggara yang telah mendapat RK dari KPID ini," katanya.
Sejak 2005
hingga 2008, kata dia, yang mengajukan izin penyelenggaran penyiaran di Jabar baik radio dan televisi sebanyak 869. Untuk
radio yang mengajukan sebanyak 768 lembaga penyiaran. Di mana 455 merupakan radio swasta, 296
radio komunitas, dan 17 lembaga penyiaran publik. Sementara yang mendapatkan RK sebanyak 396 radio. Untuk swasta 230 radio,
komunitas 163 radio dan lembaga penyiaran publik sebanyak 3 radio. Sementara untuk televisi
yang mengajukan izin adalah 77 swasta, 11 komunitas, dan 13 berlangganan.
"Terjadi dualisme aturan
pemberian frekuensi. Untuk pengaturan frekuensi UU No 36 Tahun 1999 yang menyatakan kewenangan frekuensi ada di pemerintah
pusat, Sementara UU No 22 tahun 1999 pemda turunan PP NO 25 tahun 2000
yaitu pemprov mempunyai kewenangan memberikan frekuensi," kata dia.
Menurutnya pada tahun 2000 loket perizinan
untuk pusat ditutup, karena akan ada UU penyiaran. Makanya banyak yang minta izin ke Pemprov. "Nah sekarang bagaimana
nasib penyelenggara penyiaran yang sudah mengantongi izin dari Pemprov dan RK KPID. Makanya sebaiknya pemerintah pusat segera
menggelar FRB agar ISR segera ke luar," katanya. Red dari berbagai sumber Berita
: KPIP Posted by NR
8 jan 09 @ 7:03 pm
|