Saat Pemilihan Komisioner KPK Kitab Mathius 10: 16 Menggema di Ruang Sidang

Jakara – Jangan berpikiran bila keluarga dari habib atau kyai konservatif dan antikeberagaman. Pandangan itu setidaknya ditepis oleh sosok Ahmad Basarah, anggota Komisi Hukum DPR RI.

Ahmad Basarah yang juga sebagai Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan juga merupakan menantu pendiri Islamic Center Kwitang yakni Habib Muhammad Alhabsyi bin Habib Ali Alhabsyi atau lebih akrab disapa Habib Kwitang.

Saat hari terakhir uji kelayakan dan kepatutan Capim KPK, Kamis (1/12/2011) yang menghadirkan Capim KPK Bambang Widjojanto dan sidang akan ditutup oleh ketuk palu pimpinan sidang Benny K Harman, Basarah ngotot untuk interupsi. “Mohon izin ketua, saya terakhir, satu menit saja,” pinta Basarah.

Benny yang mendengar permintaan Basarah menanyakan apa keperluan untuk minta waktu? Basarah menjawab “Saya akan memberi taushiyah (nasihat),” cetus Basarah.

Mendengar jawaban mantan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) itu, pimpinan sidang tampak enggan memberikan kesempatan kepada Basarah. Namun tidak kehilangan akal, Basarah terus meminta agar diberi kesempatan berbicara.

Akhirnya, Basarah pun diberi kesempatan memberikan pernyataan. Dia mengatakan akan memberi nasihat kepada Bambang Widjojanto. “Saya mengutip Matius 10 ayat 16: ‘Lihat aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati’,” demikian Basarah.

Setelah menyampaikan nasihat kepada Bambang Widjojanto dan mengakhiri pembicaraannya, Basarah mengutip penutup salam yang lazim dilakukan oleh kader Nahdlatul Ulama (NU) “Wallahul Muwaffiq ilaa Aqwamithariq, Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” ucap Basarah.

Ketika dikonfirmasi tentang nasihatnya mengutip Mathius, Basarah menyebutkan agar Bambang Widjojanto dan Pimpinan KPK lainnya harus cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati sehingga dapat melaksanakan tugas dengan penuh amanah dan konsisten agar selamat dunia dan akhirat, ujar Basarah.

Kutipan Basarah terhadap Mathius dan penutup salam milik NU sejatinya mengandung pesan yang tidak sederhana. Basarah tampaknya ingin menyelipkan pesan jika dirinya berasal dari politikus nasionalis yang menghargai sekaligus memahami kemajemukan di negeri ini. Menjadi bagian keluarga besar dari habib atau ulama tak menjadi penghalang baginya untuk menghargai nilai-nilai ajaran agama lainnya. [mdr]

Sangat inspiratif dan sangat menjunjung tinggi nilai nilai kemajemukan Bangsa Indonesia Hidup Bapak Ahmad Basarah.

Posted by/ Red.MDC FM/2011

Leave a reply